Tag Archives: sekolah indonesia

Sekolah di Luar Negeri Dengan Cita Rasa Indonesia

Ketika saya mendapat tawaran untuk bekerja di negeri orang, hal pertama yang saya pikirkan adalah bagaimana dengan sekolah anak-anak saya. Mau masuk sekolah internasional ? saya agak ragu dengan tata pergaulan dan nilai-nilai yang diajarkan. Mau masuk sekolah lokal, takut anak saya malah dibully nanti hehehe. Dan setelah melakukan sekian banyak tanya sini dan sana, ternyata saya menemukan sekolah bercita rasa Indonesia di Luar Negeri.

20130320_114524Gedung Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (dok pribadi)

 

Continue reading Sekolah di Luar Negeri Dengan Cita Rasa Indonesia

RSBI dibubarkan, tepatkah keputusan ini ?

201202170125171[1]Beberapa hal yang cukup ramai di Indonesia saat ini adalah berita tentang mbak Anggie yang didakwa bersalah korupsi dan “hanya” mendapat hukuman 4.5 tahun, Diangkatnya sang “anak emas” SBY yaitu KRMT Roy Suryo menjadi Menpora dan keputusan MK membubarkan RSBI. Kalau di bahas semua ndak akan cukup halaman thread ini, jadi saya akan coba ajak rekan2 berdiskusi tentang yang RSBI saja.

Pendidikan, menurut saya adalah salah satu hal yang sangat krusial dibutuhkan oleh negara kita untuk bisa bersaing dengan negara tetangga yang lain. Ianya bisa ditempuh baik melalui jalur pendidikan formal (sekolah, kuliah, kursus) atau informal (pengalaman kerja, karir, dll). Tapi secara umum, layaknya pendidikan adalah ditempuh melalui jalur formal.

Untuk menempuh secara jalur formal ini, seyogyanya diperlukan sebuah entitas yang memiliki segala kelebihan dan kenyamanan untuk belajar dan menggembleng otak-otak terbaik negeri kita. Disini harusnya ada sebuah proses alami yang akan menyaring kecerdasan yang boleh memasuki entitas tersebut, baik itu kecerdasan secara intelektual, sosial ataupun emosional. Kecerdasan bukan kekayaan, menjadi kata kunci kepada seseorang untuk bisa mengikuti pendidikan di entitas ini. Soekarno pernah melakukan hal ini sebelumnya, meskipun tidak dengan melalui pembentukan sebuah entitas pendidikan, tetapi dengan mengirimkan putra putri terbaik negeri ini, BJ Habibie adalah salah satu produk keberhasilan program Soekarno tersebut.

RSBI seharusnya adalah sebuah entitas yang berfungsi sebagaimana tujuan di atas, sebuah kawah candradimuka untuk putra putri terbaik bangsa. Yang akan mendidik mereka menjadi para kesatria yang nantinya akan mengangkat nama bangsa kita tercinta di kancah persaingan dunia. Sebuah tempat dimana siswa-siswa harapan tersebut belajar dengan segala fasilitas tanpa harus memperdulikan besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh sang orang tua, karena sebisa mungkin biaya tersebut dibuat sama dengan entitas pendidikan yang lain, bahkan kalau bisa biaya RSBI ini digratiskan, karena bukan sembarang orang yang bisa masuk ke sekolah ini.

Tapi yang terjadi sekarang, RSBI menjadi obyek komersialisasi para tenaga pengajar kita, dan dikrimansi sosial terjadi di dalamnya. Hal ini lah yang kemudian melandasi kebijakan MK untuk membubarkan status RSBI. RSBI menjadi sebuah kebanggaan siswa dan orang tua karena lebih kepada strata ekonomi mereka dan bukan karena kecerdasan mereka. Seorang siswa kelas RSBI menjadi seperti seorang ibu-ibu arisan yang dengan bangga membawa tas Hermes Birkin mereka yang boleh jadi kualitasnya sebenarnya setara dengan tas-tas yang dihasilkan oleh pengrajin di Tanggulangin, Sidoarjo.

Kebijakan menghapuskan status RSBI bagi saya adalah tidak tepat, karena saya berharap status RSBI masih tetap ada, tetapi kebijakan operasional RSBI yang seharusnya diubah. Sehingga seorang akan masuk RSBI dengan kebanggaan bukan sebagai seorang borjuism tapi karena mereka adalah calon putra putri terbaik bangsa Indonesia.

Foto diambil dari http://www.pesatnews.com/pictures/201202170125171.jpg