Tag Archives: keluarga

Ada cinta di kemudi kendaraanmu

Hari ini saya dan nyonya kembali menghabiskan waktu bersama di mobil menyusuri jalur Pantura. Dimulai dengan macetnya keluar dari Jakarta (next kalau mau keluar Jakarta pastikan cek radio Elshinta atau baca Detik dulu kalau-kalau ada truk terbakar di tol dalam kota dan berakibat pada kerusakan sistemik kelancaran semua jalan tol yang ada), diteruskan dengan menelusuri pemandangan Pantura dan menentukan kuliner apa yang akan di kunjungi. Akhirnya kami berhenti sebentar untuk rehat di Hotel Sendang Sari Batang. Maunya sih istirahat, lha kok, ndak iso turu, pikiran saya nglambyar ndak jelas. Nyonya sdh tertidur pulas, seharian dia berusaha untuk melek nemeni suaminya yang sedang konsen memacu mesin memecah hujan yang ndak berhenti turun dari pagi sampai sore di hampir semua kota yang dilewati.

Perjalanan Surabaya – Jakarta dengan mobil bukan hal baru bagi kami. Sewaktu masih tinggal di Depok, kami melakukannya hampir setiap tahun 2x. Hanya saja itu rame-rame, full sekeluarga dengan anak-anak. Ini adalah kedua kalinya saya dan nyonya nyetir bareng jarak jauh Surabaya – Jakarta PP hanya berdua. Yang pertama adalah ketika kami akan melakukan test kesehatan untuk keberangkatan haji kami tahun sebelumnya. 

Banyak yang bertanya ke kami, “kenapa bawa mobil sendiri ? kok ndak naik pesawat saja dari Surabaya ke Jakarta, atau kereta dan baru naik Uber atau Gojek di Jakarta”. Ya, kadang pikiran seperti itu terlintas sih di benak kami, dan pernah beberapa kali kami melakukannya. Tapi, ada sesuatu yang ngangeni dari proses “drive date”  ini (atau date-drive ya ? mbuh wis), sesuatu yang menurut saya menjadikan chemistry antara saya dan istri menjadi lebih dekat. 

Continue reading Ada cinta di kemudi kendaraanmu

Ketika anak dan istri ndak bisa ikut travel

Sudah dua minggu ini saya travel sendirian tanpa anak dan istri. Ya sejak September 2013 saya dan beberapa rekan membuat usaha sendiri berbasis di Singapura. Seperti layaknya usaha baru, apalagi ini modal pribadi, banyak hal yang harus kami lakukan sendiri untuk menghemat biaya. Dan untuk dua bulan terakhir adalah roadshow dari produk yang kami kembangkan ke beberapa prospek di Asia Selatan, Timur Tengah dan Rusia. Dan travel tanpa anak istri di negeri antah berantah, benar-benar membuat saya menyadari betapa beruntungnya saya bisa memiliki mereka sebagai pelengkap jiwa.

Continue reading Ketika anak dan istri ndak bisa ikut travel