Tag Archives: kejujuran

Menghargai pelanggan, memberikan hak yang seharusnya – Sebuah kisah nyata dari Amazon

Screen Shot 2015 03 09 at 4 08 23 PM

Baru saja, saya mendapat email dari Amazon memberitahukan bahwa mereka akan melakukan refund atas biaya yang saya bayarkan sebelumnya. Karena setelah memproses pembayaran ternyata biaya import yang dibayarkan jauh lebih kecil daripada yang diperkirakan. Cukup mengejutkan sebenarnya, karena bisa saja lho Amazon ndak melakukan refund ini, toh saya juga ndak tau aktual biaya import yang dibayarkan akan lebih kecil daripada yang diperkirakan. In fact, saya bahkan ndak tau kalau biaya yang mereka quote sebelumnya adalah biaya perkiraan.

Tapi email ini, menunjukkan betapa Amazon menghargai pelanggan mereka dan salah bentuk penghargaan itu adalah dengan memberi tahu bahwa estimasi biaya pengiriman mereka terlalu mahal dan memberikan refund atas selisih yang terjadi karena itu adalah hak pelanggan mereka. Sesuatu yang pastinya adalah salah satu faktor yang menjadikan Amazon salah satu raksasa internet dunia saat ini.

Selain Amazon, saya juga ada vendor lain yang mempunyai konsep yang sama. Mereka bergerak di bidang travel. Dan mereka memberikan konsep sama, dimana apabila saya order tiket hotel  atau pesawat dari mereka dan ternyata di tengah proses diketahui ada harga yang lebih murah, mereka akan merefund kelebihannya + beberapa persen lebih yang mereka sebut sebagai convenience fee.

Luar biasa ya ? bagaimana dengan kita ? :)

Haruskah saya gembira ketika mendapat endorsement di LinkedIn

NewImage

Hari ini ketika saya login ke LinkedIn, saya mendapati seorang koneksi LinkedIn mengendorse keahlian yang saya miliki. Saya harusnya gembira dengan endorsement ini, dan keahlian tersebut memang adalah sesuatu yang saya kerjakan dalam beberapa tahun terakhir, tapi saya tidak gembira ? kenapa ? Karena rekomendasi tersebut diberikan oleh seseorang koneksi di LinkedIn yang sebenarnya tidak pernah berinteraksi dengan saya tentang keahlian tersebut.

Sebagai sebuah media sosial, LinkedIn cukup berperan besar dalam mendukung karir saya, melalui LinkedIn saya banyak mengenal banyak orang di industri dimana saya bekerja saat ini. Dan melalui LinkedIn juga saya mendapat banyak tawaran pekerjaan yang mungkin dulunya saya tidak pernah bayangkan bisa termasuk dalam shortlist kandidat yang akan mereka hubungi. Mungkin karena kekuatan LinkedIn inilah, banyak orang kemudian menghias online resume mereka di LinkedIn dan berlomba-lomba memberikan endorsement kepada orang lain, dengan harapan endorsement tersebut akan menjadi umpan balik untuk memberikan endorsement balik kepada mereka.

Akan tetapi konsep endorsement ini menjadi memiliki arti yang kurang, ketika banyak orang memberikan endorsement kepada orang lain yang mungkin tidak mereka kenal secara langsung. Sayangnya, LinkedIn tidak memberikan fasilitas untuk memilih endorsement mana yang bisa kita akui. Sehingga memastikan bahwa endorsement tersebut adalah sesuatu yang memang genuine, paling tidak secara etika professional dan kejujuran.