Mau dong mas jadi enterpreneur seperti kamu ? bisa atur waktu sesuka hati

“wah enak ya mas, bisa nentuin waktu. kapan mau kerja, kapan mau pulang, kapan mau jalan2, dan lain-lain. Ajak-ajak dong mas saya ke bisnis sampean” demikian beberapa yang dikatakan sebagian teman saya waktu tau kemarin saya seharian “jalan-jalan” dari Jakarta. Menurut mereka (mungkin ya, ini pendapat pribadi saya) bahwa saya sudah berada di posisi kuadran B & I dari kuadran ESBI-nya Robert Kiyosaki dan punya kebebasan yang mereka bayangkan. Ya, memang sudah hampir 3 tahun sejak saya dan 2 orang kolega memutuskan untuk membangun jalur rezeki kami sendiri. Tapi kalau sudah sampai pada B&I yang benar2 bebas … saya rasa kami masih sangat jauh dari situ.

Hampir 7 dari 10 orang yang kami interview untuk posisi Software Engineer di perusahaan kami, ketika ditanya apa target dalam 5 tahun ke depan, selalu menjawab “punya usaha sendiri pak”. Dan ketika ditanya apa alasan bagi mereka untuk memiliki sebuah usaha sendiri adalah “karena bisa bebas”. Well, its not wrong, tidak pernah ada benar atau salah untuk pertanyaan semacam itu. 

Banyak orang mungkin melihat bagaimana para techno billionaire mampu mencapai dream-live mereka. Dan dream-live ini menjadi motivasi banyak orang akhirnya untuk ikut juga membangun kerajaan bisnis mereka. Ya sayangnya, yang banyak dilihat atau mungkin hanya mau dilihat adalah hasil akhir dari perjalanan para techno billionaire itu, jarang yang mau melihat bagaimana sebenarnya liku perjalanan yang dilalui oleh mereka.

Continue reading Mau dong mas jadi enterpreneur seperti kamu ? bisa atur waktu sesuka hati

Ada cinta di kemudi kendaraanmu

Hari ini saya dan nyonya kembali menghabiskan waktu bersama di mobil menyusuri jalur Pantura. Dimulai dengan macetnya keluar dari Jakarta (next kalau mau keluar Jakarta pastikan cek radio Elshinta atau baca Detik dulu kalau-kalau ada truk terbakar di tol dalam kota dan berakibat pada kerusakan sistemik kelancaran semua jalan tol yang ada), diteruskan dengan menelusuri pemandangan Pantura dan menentukan kuliner apa yang akan di kunjungi. Akhirnya kami berhenti sebentar untuk rehat di Hotel Sendang Sari Batang. Maunya sih istirahat, lha kok, ndak iso turu, pikiran saya nglambyar ndak jelas. Nyonya sdh tertidur pulas, seharian dia berusaha untuk melek nemeni suaminya yang sedang konsen memacu mesin memecah hujan yang ndak berhenti turun dari pagi sampai sore di hampir semua kota yang dilewati.

Perjalanan Surabaya – Jakarta dengan mobil bukan hal baru bagi kami. Sewaktu masih tinggal di Depok, kami melakukannya hampir setiap tahun 2x. Hanya saja itu rame-rame, full sekeluarga dengan anak-anak. Ini adalah kedua kalinya saya dan nyonya nyetir bareng jarak jauh Surabaya – Jakarta PP hanya berdua. Yang pertama adalah ketika kami akan melakukan test kesehatan untuk keberangkatan haji kami tahun sebelumnya. 

Banyak yang bertanya ke kami, “kenapa bawa mobil sendiri ? kok ndak naik pesawat saja dari Surabaya ke Jakarta, atau kereta dan baru naik Uber atau Gojek di Jakarta”. Ya, kadang pikiran seperti itu terlintas sih di benak kami, dan pernah beberapa kali kami melakukannya. Tapi, ada sesuatu yang ngangeni dari proses “drive date”  ini (atau date-drive ya ? mbuh wis), sesuatu yang menurut saya menjadikan chemistry antara saya dan istri menjadi lebih dekat. 

Continue reading Ada cinta di kemudi kendaraanmu

Hai Hujan, apa kabarmu hari ini ?

Hai Hujan, terima kasih karena sudah mengunjungiku hari ini. Sudah sebulan ini, hampir tiap hari kamu menjumpaiku setelah lamaaa sekali kita tidak bersua. Hari ini kau nampak galau hujan. Mendung yang mengiringimu gelap sekali dan suara gunturmy keras terdengar. Semoga kau ndak sedang baper ya Hujan ?

Aku tau kenapa kamu galau Hujan. Kamu selalu dijadikan kambing hitam banyak orang. Padahal kamu ndak berjenggot seperti kambing, apalagi hitam. Kalau kamu berjenggot, hai Hujan, kamu mungkin ndak dituduh sebagai kambing hitam … tapi akan dibilang anggotanya ISIS atau kelompok muslim radikal. Ah Hujan.

Continue reading Hai Hujan, apa kabarmu hari ini ?

Ndak ada itu namanya orang jahat

Semalam untuk nemenin nguprek-nguprek kerjaan saya, biar ndak galau, diputerlah film dari koleksi yify yg sudah nongkrong lama di harddisk. Terpilihlah film Looper yg menurut IMDB punya rating 7.4, sebenarnya sdh dua kali nonton film ini. Tapi yang pertama bagian awalnya doang, dan harus berhenti karena harus nemenin Asti ke sekolah waktu itu, dan yang kedua adalah bagian belakangnya doang, karena nonton di tivi dan sudah masuk mungkin 70% waktu tayangnya. Dan juga kangen sama akting Bruce Willis, Joseph Levitt dan Emily Blunt (ok ngaku saya … tolong hapus dua nama pertama, hehehhe). 

Screen Shot 2016 02 23 at 6 35 28 AM

Film Looper ini bercerita tentang konsep dunia satu Paradox, dimana Joe (Joseph Levitt) adalah seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan membunuh seseorang yang dikirim dari masa depan. Nah suatu saat, Joe menyadari bahwa dia harus “closing the loop” ketika korban yang akan dikirim ternyata adalah versi tua Joe (Bruce Willis). Karena ragu untuk membunuh, Si Joe tua melarikan diri dan berusaha melakukan agenda rahasianya, yaitu membunuh bakal pimpinan tertinggi mafia di masa depan (yang pada saat itu masih kecil).

Eh apa hubungannya nih film dengan judul tulisan “Ndak ada itu namanya orang jahat”

Continue reading Ndak ada itu namanya orang jahat

Tentang LGBT: ketika Eve menjadi Steve

Lini masa sosial media saya beberapa minggu ini ramai dengan LGBT. Baik itu yang pro atau yang kontra. Ada yang hanya sekedar bilang setuju/ndak setuju, mengkaji secara ilmiah. menghubungkan dengan agama, atau membuat humor cerdas tentang LGBT. Ketika ada debat tentang dua kubu yang kedua belah pihak merasa benar, biasanya malas untuk saya berkomentar tentangnya, tapi tentang LGBT ini cukup menggelitik saya untuk menulisnya. 

Saya juga bingung dengan aneka keributan yang sekarang terjadi di media masa tentang LGBT sekarang ini dari kedua belah pihak. Menurut saya debat kusir antara dua kubu ini hanya akan jadi pepesan kosong yang akan dimanfaatkan oleh segelintir orang atau kelompok untuk kepentingan mereka sendiri.

Continue reading Tentang LGBT: ketika Eve menjadi Steve

Sahabat

Tadi pagi, seorang teman bunda maen ke rumah. Beliau adalah teman sekost bunda waktu sekolah di Malang dulu. Sejak lulus tahun 1999, sepertinya baru sekarang bertemu lagi. Banyak yang berubah dari beliau, tentunya perubahan yang baik. Hampir dua jam, bunda dan Catri (nama teman bunda) ngobrol ngalor ngidul: tentang anak, tentang teman-teman jaman STM dulu dan hal-hal lain. Sesuatu yang umum dilakukan sahabat yang ndak lama berjumpa.

Sahabat … selalu menarik untuk bertemu dengan mereka, baik yang baru, yang lama dan sering berjumpa atau yang lama dan jarang bersua.

Mungkin Saya Lelah

Beberapa hari belakangan ini ritme hidup saya betul-betul sangat cepat dan super menguras energi. Pagi-pagi sekali harus teleconference dengan rekan kerja saya di Singapore dan US karena sedang ada kejar tayang. Lalu ngegas ke kantor dan mulai serentetan review dengan tim yang ada di Surabaya. Untungnya sudah ada beberapa Senior Engineer di team kami yang bisa dipercaya / didelegasikan untuk beberapa tugas. Ngurus ini itu, ngomprek ini itu dan kembali lagi ke review dari satu kerjaan ke kerjaan yang lain. I am enjoying this work though, dan jujur saya bisa tahan sampai malam di depan monitor untuk semua itu. 

Tapi daya tahan tubuh dan pikiran saya memang sudah ndak seperti dulu lagi. 

Makanya pada wiken ini, dimana biasanya saya memilih keluar dengan anak istri. Saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah, membaca berita / buku dan tentunya … tidur :)

Ya, kadang seberapa kuat dan aktifnya anda … kita tetap perlu satu waktu khusus yang digunakan untuk istirahat, dan istirahat di sini benar-benar berarti istirahat.

One Day One Post

Wah sepi banget ini blog. Memang dah lama ndak nulis2. Ide sih ada, tapi ya lagu lama … maless hehehe

Terinpirasi dari program ODOJ dan beberapa postingan teman-teman yang lain. Melalui post ini saya mau mendeklarasikan bahwa saya akan mengambil tantangan ODOP selama 30 hari ke depan.

ODOP adalah One Day One Post atau setidaknya menulist sebuah artikel dan mempostingnya di blog. 

Doakan saya biar bisa konsisten dan juga tegur kalau misal saya kelupaan ngepost sesuatu.