Copas Capres di Warung Kopi

“ah sebel aku” Paijo menaruh (setengah membanting) handphonenya ke meja. Saya dan Panjul yang sedang asyik-asyik makan bakwan goreng sampe kaget, Panjul bahkan sampe seperti tersedak cabe yang sedang dilalapnya dan segera kelabakan mencari air minum, ndak sadar dia ambil es jeruk saya (mungkin sadar juga ding, orang dia kalau pesan selalu air putih biar irit … giliran begini, tiba2 minum nyamber es jeruk saya). “Kenopo tho mas ?” tanya si Panjul pelan, sambil tetap nyruput es jeruk saya. “Ini si Yanti ngunfriend aku, mau tak comment kok ndak iso, ternyata sudah bukan friend lagi” jawab Paijo emosi. Yanti adalah kembang desa kampung kami, cantik, pinter masak, rajin mengaji dan juara lomba panjat pinang serta karambol … pokoknya tipikal gadis pujaan banyak pria deh. “Ah paling sampean taruh link tentang pakdhe Jokowi sambil njelek2in pak Bowo di status capres-nya si Yanti” celetuk ngasal saya kepada Paijo. Ya, Paijo ini adalah hardcore-fans Pak Jokowi, yang menurutnya adalah satria piningit yang sering diramalkan oleh Joyoboyo ratusan tahun silam, sedangkan Yanti, seperti laiknya anggota pengajian yang diikutinya adalah pendukung Prabowo.  Continue reading Copas Capres di Warung Kopi