Category Archives: Travel

Selalu cek perjalanan anda, sekalipun sudah berulang kali kita melakukannya

Jam 5.30 pagi, ketika sedang asyik2nya mulet2 di atas kasur mendadak hape saya berbunyi. Mas Ryan, salah seorang senior programmer di kantor kami menelpon meminta saya untuk online Skype karena Mas Aris, seorang senior programmer yang lain, dan sedang dalan perjalanan dinas ke India ternyata ditolak masuk India dan saat ini sedang transit ke Surabaya di Singapore.

Saya segera lompat ke laptop terdekat dan mengaktifkan Skype, menghubungi mas Aris dan mencari tahu apa sebabnya. Ternyata eh ternyata, Mas Aris ditolak masuk karena ndak memiliki approved Visa on Arrival ke India yang harus diapply secara online sebelum berangkat. Dan akhirnya mas Aris harus diterbangkan balik ke Indonesia oleh SQ.

Oho kok ndak apply dulu mas ? mungkin itu pertanyaan para pembaca sekalian …. :)

Perjalanan ke India bukan hal baru bagi kami, saya sudah beberapa kali bolak balik ke negara asal Jodha Akbar ini, pun demikian beberapa teman yang lain seperti Mas Ryan yang saya sebutkan pada awal tulisan tadi. Kami biasa menggunakan Visa On Arrival dan biasanya kami apply VoA ini langsung di bandara India sana. Saya sendiri punya Business Visa yang valid selama 1 tahun, jadi ndak melakukan registrasi VoA untuk beberapa kunjungan terakhir. 

Karena sudah kebiasaan dan merasa paham bahwa VoA umumnya dilakukan di Bandara di India (umumnya kami turun di Indira Gandi Internasional Airport) maka  kami pede saja mengirim mas Aris pergi ke India dan membekali dengan ilmu VoA di bandara tersebut. Yang ternyata sudah diubah … :(

Kurang jelas efektifnya kapan, tp yang jelas kurang dari 2 bulan ini. India menerapkan Visa on Arrival Online. Bisa diakses di link ini. Kalau lihat web-nya sih, prosesnya sederhana: isi online dan upload photo serta passport, bayar via credit card sebesar  US$60, teirma electronic VoA dan terbang deh dengan membawa printout eectronic VoA tersebut.

VoA India ini akan valid selama 30 hari dari tanggal sampai di India dan ndak bisa di extend. Dalam setahun, seseorang hanya boleh apply VoA 2x dengan tenggang waktu 2 bulan minimal anta visit.

Btw … untuk apply VoA ini, paling lambat harus dilakukan setidaknya 4 hari sebelum terbang. Jadi misal kita mau terbang tanggal 10 Februari … maka paling lambat aplikasi VoA harus disubmit setidaknya tanggal 6 Februari. 

Jangan lakukan hal sepele ini di Singapura

Sebelum blog saya jadi jamuran, ada baiknya saya update dulu. Kali ini, saya ingin menulis tentang Singapore. Negara kecil tapi kaya yang terletak hanya satu lompatan salto dari pulau Batam ini sering menjadi tujuan wisata warga Indonesia, terlebih dengan bermunculannya aneka airline yang menawarkan penerbangan murah. Beberapa daya tarik yang dimiliki Singapore adalah Infra struktur yang modern, taman hiburan yang beraneka ragam dan tentunya surga belanja. Tapi hati-hati lho, Singapore juga dikenal dengan “Kota Denda” atau “Fine City” dimana banyak sekali peraturan-peraturan disana berakibat dengan denda yang terbilang besar bagi pelanggarnya, termasuk tamu asing yang berkunjungan ke Singapore. Bahkan untuk hal-hal yang mungkin terkesan sepele bagi kita, warga Indonesia.

Screen Shot 2014 05 04 at 6 12 44 pm

(Sumber: airsuam50.blogspot.sg)

Oke, sebelum bahas lebih jauh. Pertama harus kita pahami, penegakan hukum di negara ini sangat ketat. Tidak ada diskriminasi apakah kita warga asing atau Singaporean, semuanya harus mematuhi peraturan yang berlaku di negara ini. Yang kedua, petugas di Singapore, khususnya untuk Civil Law seringkali tidak berseragam, mereka hanya dibekali badge khusus dan diberikan kuasa untuk memberikan denda kepada warga yang melanggar. Jadi jangan sekali2 berfikir “ah … ndak ada polisi ini” … karena bisa jadi, orang yang ndak jauh dari kita ternyata adalah polisi yang sedang “nyamar”.  Continue reading Jangan lakukan hal sepele ini di Singapura