Category Archives: Activities

Ada cinta di kemudi kendaraanmu

Hari ini saya dan nyonya kembali menghabiskan waktu bersama di mobil menyusuri jalur Pantura. Dimulai dengan macetnya keluar dari Jakarta (next kalau mau keluar Jakarta pastikan cek radio Elshinta atau baca Detik dulu kalau-kalau ada truk terbakar di tol dalam kota dan berakibat pada kerusakan sistemik kelancaran semua jalan tol yang ada), diteruskan dengan menelusuri pemandangan Pantura dan menentukan kuliner apa yang akan di kunjungi. Akhirnya kami berhenti sebentar untuk rehat di Hotel Sendang Sari Batang. Maunya sih istirahat, lha kok, ndak iso turu, pikiran saya nglambyar ndak jelas. Nyonya sdh tertidur pulas, seharian dia berusaha untuk melek nemeni suaminya yang sedang konsen memacu mesin memecah hujan yang ndak berhenti turun dari pagi sampai sore di hampir semua kota yang dilewati.

Perjalanan Surabaya – Jakarta dengan mobil bukan hal baru bagi kami. Sewaktu masih tinggal di Depok, kami melakukannya hampir setiap tahun 2x. Hanya saja itu rame-rame, full sekeluarga dengan anak-anak. Ini adalah kedua kalinya saya dan nyonya nyetir bareng jarak jauh Surabaya – Jakarta PP hanya berdua. Yang pertama adalah ketika kami akan melakukan test kesehatan untuk keberangkatan haji kami tahun sebelumnya. 

Banyak yang bertanya ke kami, “kenapa bawa mobil sendiri ? kok ndak naik pesawat saja dari Surabaya ke Jakarta, atau kereta dan baru naik Uber atau Gojek di Jakarta”. Ya, kadang pikiran seperti itu terlintas sih di benak kami, dan pernah beberapa kali kami melakukannya. Tapi, ada sesuatu yang ngangeni dari proses “drive date”  ini (atau date-drive ya ? mbuh wis), sesuatu yang menurut saya menjadikan chemistry antara saya dan istri menjadi lebih dekat. 

Continue reading Ada cinta di kemudi kendaraanmu

Sahabat

Tadi pagi, seorang teman bunda maen ke rumah. Beliau adalah teman sekost bunda waktu sekolah di Malang dulu. Sejak lulus tahun 1999, sepertinya baru sekarang bertemu lagi. Banyak yang berubah dari beliau, tentunya perubahan yang baik. Hampir dua jam, bunda dan Catri (nama teman bunda) ngobrol ngalor ngidul: tentang anak, tentang teman-teman jaman STM dulu dan hal-hal lain. Sesuatu yang umum dilakukan sahabat yang ndak lama berjumpa.

Sahabat … selalu menarik untuk bertemu dengan mereka, baik yang baru, yang lama dan sering berjumpa atau yang lama dan jarang bersua.

Mungkin Saya Lelah

Beberapa hari belakangan ini ritme hidup saya betul-betul sangat cepat dan super menguras energi. Pagi-pagi sekali harus teleconference dengan rekan kerja saya di Singapore dan US karena sedang ada kejar tayang. Lalu ngegas ke kantor dan mulai serentetan review dengan tim yang ada di Surabaya. Untungnya sudah ada beberapa Senior Engineer di team kami yang bisa dipercaya / didelegasikan untuk beberapa tugas. Ngurus ini itu, ngomprek ini itu dan kembali lagi ke review dari satu kerjaan ke kerjaan yang lain. I am enjoying this work though, dan jujur saya bisa tahan sampai malam di depan monitor untuk semua itu. 

Tapi daya tahan tubuh dan pikiran saya memang sudah ndak seperti dulu lagi. 

Makanya pada wiken ini, dimana biasanya saya memilih keluar dengan anak istri. Saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah, membaca berita / buku dan tentunya … tidur :)

Ya, kadang seberapa kuat dan aktifnya anda … kita tetap perlu satu waktu khusus yang digunakan untuk istirahat, dan istirahat di sini benar-benar berarti istirahat.

One Day One Post

Wah sepi banget ini blog. Memang dah lama ndak nulis2. Ide sih ada, tapi ya lagu lama … maless hehehe

Terinpirasi dari program ODOJ dan beberapa postingan teman-teman yang lain. Melalui post ini saya mau mendeklarasikan bahwa saya akan mengambil tantangan ODOP selama 30 hari ke depan.

ODOP adalah One Day One Post atau setidaknya menulist sebuah artikel dan mempostingnya di blog. 

Doakan saya biar bisa konsisten dan juga tegur kalau misal saya kelupaan ngepost sesuatu.

Segerakanlah mengurus pendaftaran haji

Tahun ini, setelah menanti selama 5 tahun, Insya Allah saya dan istri tercinta akan berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah Haji. Btw istri saya selalu marah kalau dibilang “istri tercinta” … karena tercinta artinya “istri paling dicinta” jadi kesannya punya istri lebih dari satu hehehhe. Padahal saya sama sekali ndak ada pikiran seperti itu.

Btw, di post ini saya akan coba menulis tentang langkah-langkah bagaimana kita bisa mendaftar pergi haji. Hal ini karena banyak antrian haji sudah semakin panjang, dan banyak orang yg berfikir untuk mendaftar pergi haji hanya bisa dilakukan ketika kita sudah punya keseluruhan biaya haji dan mereka bisa langsung berangkat setelahnya. 

Continue reading Segerakanlah mengurus pendaftaran haji

Kisah tentang lounge bandara

Ceritanya minggu lalu saya ngetem 4 hari di Jakarta untuk jualan dari jadwal yang harusnya cuma 2 hari. Rindu bingits dah dengan bunda dan duo princess di Surabaya. Akhirnya pagi itu begitu selesai sholat subuh, langsung kemas-kemas, checkout dari Hotel dan mabur ke Cengkareng. Dengar-dengar kabar bahwa mungkin ada demo buruh di beberapa tempat membuat saya sengaja milih spare waktu lebih banyak buat nunggu daripada nanti kejebak macet Jakarta yang memang susah diprediksi. Ya seperti pepatah bilang “Lebih baik menunggu daripada berenang-renang ke tepian”

Begitu sampai bandara, melihat masih ada 3.5 jam lagi sebelum berangkat, ditambah kemungkinan pesawat delay. Daripada mati gaya saya memutuskan untuk mencari tempat untuk sekedar leyeh-leyeh sambil sekedar baca berita di Internet.

Continue reading Kisah tentang lounge bandara

Menolak Lupa

Sebenarnya tadi pagi sebelum mandi saya mendapat wangsit tentang ide tulisan agar blog saya ini ndak jamuran. Dan begitu saya dalam perjalanan dari rumah ke kantor, otak saya pun sibuk merangkai kerangka tulisan blog post dengan harapan begitu sampe kantor, hasil kerja keras otak ini bisa dituangkan dalam bentuk tulisan yang bisa sekedar melupakan stress bagi para pembacanya … atau malah nambah stress … maaf :). Tapi lha kok ndilalah, begitu sampe kantor, email dari para fans (baca: request change dan bug report dari klien) sudah ngantri untuk diservis duluan, Akhirnya dimulailah hari dengan review sani sini, panggil ini itu dan konfirmasi begini begitu. Setelah semua kelar … barulah duduk santai, mesbuk sebentar dan mulai membuka blog editor untuk menuangkan ide tulisan yang sudah susah payah dirancang dari pagi … lha kok ….

BYAAARRRR …. 

Saya LUPA tadi ide-nya apaan ? DAAANGGGGG

Ya namanya manusia, apalagi sudah kepala 3 umurnya seperti saya, biarpun masih menawan, tapi gejala lupa ingatan jangka pendek ini sering sekali terjadi. Gejala lupa ingatan jarak pendek ini sering terjadi umumnya pada hal-hal berikut: umur, status perkawinan – khususnya di fesbuk dan berat badan, dan juga ide-ide super yang mungkin bisa merubah nasib, dan sayangnya karena lupa maka ya jadinya hidup cuman gitu2 aja hehehe

Jadi bagaimana sih bisa melawan penyakit lupa ini ?

Continue reading Menolak Lupa

Permainan Monopoli

“Treeettt  … treeettt … “ aplikasi conference call di laptop saya berdering. Begitu melihat, yang ngecall adalah mantan pacar tercinta, segera saya pause semua kerjaan dan memasang wajah paling cakep bersinar ke arah camera yang nempel di ujung atas layar laptop. Begitu terkoneksi ternyata anak tertua saya, Arda, yang muncul di layar … tidak ketinggalan tentu adiknya, Asty, di samping sang kakak sambil pamer aktifitas bermain-main apa saja yang bisa dimainkan. 

Arda (AR) : “ayah jam berapa pulang ? dah makan belum ?”
Saya (AD): “bentar lagi ya sayang, kirim email satu terus langsung pulang” 
Asty (AS):pokoknya ayah harus janji ya pulang cepet, asty mau tunjukkan sesuatu pentinggg banget”  
Saya (AD):ya, ya dah dulu ya kalau begitu, biar ayah bisa kirim email satu dan terus pulang”

Dalam hati, saya mikir apa ya yang begitu penting untuk Asty tunjukkan kepada saya. Ah paling hasil ujian semester I Asty.

Sejurus kemudian, saya sudah dalam perjalanan dari kantor ke rumah. Ndak terlalu jauh sih sebenarnya, hanya 15 menit saja. Begitu sampai rumah, Arda dan Asty langsung lari membuka pagar dan menunggu saya keluar dari memarkir mobil. Dan seperti dugaan saya, kedua kakak beradik ini langsung menyetor segepok kertas hasil ujian mereka yang Alhamdulillah nilainya cukup bagus. “oh ini toh yang penting” kata saya …. “bukannnn, itu penting sih tapi ndak sepenting ini” Asty menarik sebuah kotak dari bawah meja kerja saya, dan ….. mengeluarkan satu set alat monopoli dan segara menatanya di lantai.

*****

Waktu itu saya masih kelas 3 SD, sekolah saya ndak terlalu jauh dari rumah kontrakan kami, mungkin sekitar 20 menit jalan kaki. Karena keterbatasan kelas, kami yang kelas 3 dan 4 SD harus masuk siang jam 12  sampai sekitar jam 4 sore. Setiap pagi, kalau ndak nggangguin mama saya masak, biasanya saya akan maen ke rumah tetangga sebelah. Tetangga sebelah saya itu namanya Pak Wawan, anak keduanya, Mas Apit saya memanggilnya umurnya setaun di atas saya. Pak Wawan ini adalah pedagang sepeda di pasar kecamatan kecil dimana kami tinggal saat itu, beliau juga adalah pemilik rumah kontrakan yang disewa ayah saya selama 10 tahun. Keluarga Pak Wawan ini bisa dibilang cukup berada untuk ukuran warga desa kami waktu itu. Karenanya, diantara anak-anak yang seumuran, mas Apit ini adalah salah satu anak yang memiliki koleksi mainan paling banyak, termasuk adalah Monopoli.

Sewaktu saya diajarkan main Monopoli untuk pertama kali, saya langsung jatuh hati dengan permainan ini. Karena dia menunjukkan bagaimana kita mengatur strategi keuangan kita, kapan kita harus belanja tanah, kapan kita harus sabar sebentar untuk tidak belanja, kapan kita harus membangun dan banyak lagi. Sayangnya harga papan permainan Monopoli waktu itu cukup mahal untuk ukuran gaji ayah saya. Dan sayapun akhirnya menumpang main di rumah mas Apit. Walaupun kadang di sana, kalau para senior-senior itu sudah berkumpul … saya sering hanya kebagian peran sebagai penjaga bank … alias tidak ikut serta dalam permainan. 

*****

Akhirnya kami bertiga, saya + Arda + Asty, pun bermain Monopoli. Sementara bunda menyiapkan makan malam untuk kami. Ketika bermain dengan anak-anak itu, saya sengaja sedikit mengalah dengan tidak menerapkan strategi yang aneh-aneh, semua dibuat mengalir saja. Ya meskipun kadang-kadang juga saya sisipkan beberapa moral seperti menabung, berhemat dan punya pesawat terbang hehehehe

IMG 1269

Permainan berhenti ketika bunda memanggil kami untuk makan malam, dan pemenangnya adalah Asty … yang menang karena faktor luck mendapat jackpot semua pajak dan denda yang ada di tengah papan permainan. 

“Ayah … besok pulang cepet lagi ya ? itu di papan monopolinya kalau dibalik ada banyak permainan lagi … halma, ludo, catur china dan ular tangga, kan aku ujiannya dah selesai … jadi bisa maen terus sama ayah” kata Asty memohon. Malam itu memang Asty sengaja memilih tidur dengan saya, sementara bundanya harus minggir dulu sebentar hehehe. Sayapun menutup malam itu dengan memberi janji pada Asty untuk bermain lagi dengannya esok hari.



Crossing Border–Drive from Kuala Lumpur to Singapore

welcome_to_sg

This Saturday, I need to go to Singapore for a meeting. Coincidentally, my sister in law has also been in Kuala Lumpur since Thursday, she is in vacation. Thus, I decided to bring all family + my sister in law to visit Singapore. And for this occasion we would try to drive from Kuala Lumpur to Singapore.

I had drive from Kuala Lumpur to Singapore before, but that time I used my friend’s car which is Singaporean and during immigration check he was the driver, hence no issue at all. But what would happen last Saturday was a full family of Indonesians drove Malaysian register car tried to cross the border of Kuala Lumpur to Singapore and vice versa.

Continue reading Crossing Border–Drive from Kuala Lumpur to Singapore