Kunci itu bernama istiqomah

Ketika ngaji dulu, pak Kyai-nya sering mengingatkan tentang istiqomah. Hampir setiap beberapa hari, tentang istiqomah ini dibahas meskipun mungkin hanya semenit dua menit. Ya mungkin karena ketika kecil kami terbiasa dengan hal-hal rutin: bangun, sarapan, sekolah, main, ngaji, main lagi (kadang ngakunya belajar kelompok sih), cuci kaki, terus tidur deh. Maka perihal istiqomah ini ndak terlalu menarik perhatian. 

Saya sudah lupa sih arti istiqomah yang disebut sama pak Kyai waktu ngaji dulu, ntah karena saya benar-benar lupa, atau waktu diajar saya sedang main pedang-pedangan pake bambu penunjuk ngaji dengan teman saya. Atau mungkin saya sedang sibuk ngelirik mbak-mbak lain yang sedang ngaji di sisi lain rumah pak Kyai. Tapi secara sederhana mungkin bisa disebut istiqomah adalah konsisten, tentunya karena saya diajarkan ketika ngaji … maka konteks konsisten yang diajarkan pak Kyai ini adalah konsisten secara ikhlash dalam beribadah untuk mendapat ridho Allah.

Perihal istiqomah ini ternyata bukan hanya sebagai kunci keberhasilan dalam beribadah lho, tapi juga salah satu kunci berhasil dalam kehidupan.

Seiring berjalannya waktu, maka kita akan dihadapkan pada hal-hal lain yang bersifat sangat dinamis. Banyak faktor yang akan masuk ke dalam kehidupan kita, dibanding masa kanak-kanak. Beberapa dari hal-hal baru ini menuntut kita mencapai level “sempurna” untuk kita bisa naik kelas ke kehidupan yang lebih baik. Dan ada masanya, kita terbentur pada banyak hal yang ingin kita capai. Tanpa adanya pemahaman tentang ilmu istiqomah, bisa jadi kalau tidak dihinggapi oleh sang “Dewi Fortuna” maka semua hal yang ingin kita raih hanya akan menjadi pepesan kosong. Mari tengok ke masa lalu kita, berapa kali kita merencanakan untuk melakukan sesuatu guna mencapai sesuatu … tapi seringnya berhenti di tengah jalan, atau lebih parah ndak pernah dimulai sama sekali.

AA Gym sering menyebut ini dalam pengajiannya “3 Mulai”. 3 Mulai ini yang akhirnya membuat beliau menjadi Ulama Idol pada awal 2000-an, penerus KH Zainudin MZ yang tenggelam karirnya setelah masuk kancah politik. Well Idol fever AA Gym pun ndak bertahan lama, tenggelam juga begitu berita poligami beliau masuk ke publik. Eh Maat salah fokus … kita sedang bahas tentang istiqomah ya. 3 Mulai yang dimaksud oleh AA Gym adalah mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan paling penting … mulailah sekarang.

Guru ngaji saya waktu kecil juga mengajarkan yang sama, tapi mungkin dalam konsep lebih sederhana … istiqomah yang kecil-kecil saja. “Ngajio le, sehari satu halaman ae … apalan ayate sehari satu saja … dst”. Dan sebenarnya konsep-konsep istiqomah ini sudah masuk ke dalam pembelajaran kita juga … seperti “sedikit sedikit lama menjadi bukit”, “berakit rakit ke hulu berenang ke tepian”, “Janda atau Perawan” #eh

Intinya adalah untuk mencapai sesuatu, ndak perlu harus dari sesuatu yang besar, yang WOW, yang luar biasa … mulai saja dari hal kecil. Ambisius boleh, tapi jangan tamak. Misal kita mau belajar sebuah hal baru, karena terlalu ambisinya kita pergi ke toko buku dan langsung borong satu rak buku yang berhubungan dengan hal tersebut … ndak salah sih, tapi kita harus liat seberapa dalam kemampuan kita. Membaca serak buku bukan hal mudah lho … mulai saja dari satu buku, luangkan sehari 10 menit untuk membaca buku tersebut, kalau mampu lebih ya lebihkan waktunya, tapi pasti kan itu terjadi secara rutin dan Insya Allah akan lebih mudah bagi kita untuk mendapatkan pembelajaran atau manfaat darinya. Dan dari kumpulan pembelajaran, pencapaian atau apapun namanya hal-hal yang kecil itu, akan menjadi suatu yang besar. 

As wise man said to me, seorang penjaja Internet di depan gedung Sarinah Jakarta … “Ndak ada yang instant di dunia ini mas, lha wong dagangan saya yang katanya instant ini juga masih riweh buatnya” … ya si mas menjajakan Internet, Indomi Telor dan Kornet.

Semoga kita semua termasuk dalam orang-orang yang selalu istiqomah, konsisten, determined apapunlah kita menyebutnya. Termasuk dalam orang-orang yang tidak berhenti di tengah jalan, terus berusaha untuk mencapai hasil akhir yang ingin kita capai. Semoga kita semua  mampu menyelesaikan apa yang kita mulai.