Ndak ada itu namanya orang jahat

Semalam untuk nemenin nguprek-nguprek kerjaan saya, biar ndak galau, diputerlah film dari koleksi yify yg sudah nongkrong lama di harddisk. Terpilihlah film Looper yg menurut IMDB punya rating 7.4, sebenarnya sdh dua kali nonton film ini. Tapi yang pertama bagian awalnya doang, dan harus berhenti karena harus nemenin Asti ke sekolah waktu itu, dan yang kedua adalah bagian belakangnya doang, karena nonton di tivi dan sudah masuk mungkin 70% waktu tayangnya. Dan juga kangen sama akting Bruce Willis, Joseph Levitt dan Emily Blunt (ok ngaku saya … tolong hapus dua nama pertama, hehehhe). 

Screen Shot 2016 02 23 at 6 35 28 AM

Film Looper ini bercerita tentang konsep dunia satu Paradox, dimana Joe (Joseph Levitt) adalah seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan membunuh seseorang yang dikirim dari masa depan. Nah suatu saat, Joe menyadari bahwa dia harus “closing the loop” ketika korban yang akan dikirim ternyata adalah versi tua Joe (Bruce Willis). Karena ragu untuk membunuh, Si Joe tua melarikan diri dan berusaha melakukan agenda rahasianya, yaitu membunuh bakal pimpinan tertinggi mafia di masa depan (yang pada saat itu masih kecil).

Eh apa hubungannya nih film dengan judul tulisan “Ndak ada itu namanya orang jahat”

Di film Looper ini diketahui ***SPOILER ALERT** pimpinan Mafia itu ternyata adalan Cid, keponakan dari Sara (Emily Blunt), gebetannya si Joe muda, dan dia menjadi jahat karena melihat tragedi yang terjadi di masa kecilnya. Dan tragedi itu adalah dimana seorang tua membunuh ibu dan bibi-nya, dan orang tua itu adalah si tua Joe. Demi untuk menghalangi si tua Joe menjadi inpirasi kejahatan sang anak, menjelang detik-detik akan terjadinya tragedi itu, menyadari Joe muda tidak bisa menghentikan Joe tua maka Joe muda menembakan senjatanya ke dirinya sendiri sehingga berakibat pada meniggalnya Joe muda … dan karena film ini menggambarkan dunia satu paradox, bukan multiverse seperti komik2 DC, maka Joe tuapun ikut hilang dari muka bumi. Dan Cid pun hidup bahagia sebagai anak soleh, penyayang dan tidak sombong, jagoan lagi pula pintar, yang dididik dengan baik oleh Sara ***END OF SPOILER ALERT***

” sumpah boss, saya belum ngerti hubungan nih filem dengan judul post ini ? pencitraan posting ini pasti ya ” | sabar dong ah …

Saya selalu memahami bahwa setiap manusia itu lahir tanpa dosa, dan setiap manusia dianugerahi otak yang didalamnya ada moral yang berfungsi untuk memilih sesuatu itu adalah baik atau buruk. Hal inilah yang akan membuat kita ketar ketik ketika misalnya menerobos lampu merah di jalan, nembak SIM, dll hal sepele yang sebenarnya kita tahu bahwa itu ndak boleh, tapi kemudian kita jadikan sebagai “boleh”.

Intinya, manusia terlahir suci dan dengan adanya moral manusia punya fitrah sebagai seorang yang baik.

Nah, seringnya kondisi lingkungan dan kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan inilah yang kemudian akan membentuk elastisitas filter moral kita. Ketika hal-hal yang “buruk” dijadikan sebuah norma baru, maka berangsur filter moral akan menjadi kebas terhadap hal tersebut dan menjadikannya sebagai hal biasa. Dan apabila kikisan-kikisan filter moral ini semakin besar, maka disitulah tercipta apa yang sering disebut sebagai orang jahat.  

Semoga kita semua bisa untuk melakukan hal yang baik, mencontohkan yang baik dan mendoakan yang baik kepada lingkungan sekitar kita, sehingga akan selalu saling menguatkan filter-filter moral semua yang ada dalam lingkaran lingkungan kita.

“lho mas, itu foto cewek terus apa hubungannya dengan post ini ?” | itu fotonya Emily Blunt, kenapa dipasang di blog ? ya biar … elo-elo pada, para Jones yang baca nih post, betah … demikian terima kasih.