Tentang LGBT: ketika Eve menjadi Steve

Lini masa sosial media saya beberapa minggu ini ramai dengan LGBT. Baik itu yang pro atau yang kontra. Ada yang hanya sekedar bilang setuju/ndak setuju, mengkaji secara ilmiah. menghubungkan dengan agama, atau membuat humor cerdas tentang LGBT. Ketika ada debat tentang dua kubu yang kedua belah pihak merasa benar, biasanya malas untuk saya berkomentar tentangnya, tapi tentang LGBT ini cukup menggelitik saya untuk menulisnya. 

Saya juga bingung dengan aneka keributan yang sekarang terjadi di media masa tentang LGBT sekarang ini dari kedua belah pihak. Menurut saya debat kusir antara dua kubu ini hanya akan jadi pepesan kosong yang akan dimanfaatkan oleh segelintir orang atau kelompok untuk kepentingan mereka sendiri.

“Mas sampean di pihak mana ?” mungkin itu yang pengen diketahui secara lebih lanjut sebelum membaca panjang x lebar tulisan ini ( harah panjang x lebar … guyonan lama mas … kreatif dikit napa ? | biarin … blog2 gw, capek tau mikir harus buat joke di post dan ngetik hehehe )

Sebagai seorang yang lahir sebagai muslim dan dibesarkan secara Islam meskipun saya mungkin belum bisa masuk kategori alim ulama ahli ibadah, saya menyatakan “saya ndak setuju dengan LGBT” … tuh ditulis tebel dan miring pula, jadi biar semua paham dulu di posisi mana pikiran saya berada. 

Bagi saya jelas, Al-Quran menyatakan kalau LGBT ini perbuatan tercela dan berdosa, dan saya manut dengan itu. Dan sepemahaman saya Injil dan Taurat juga menyatakan yang sama. Kitab suci lain saya kurang paham. 

Terus bagaimana cara saya menunjukan ketidaksetujuan saya tentang LGBT ini ? Salah satunya ya tulisan saya ini, hehehe bener tho ? Menjadi kontra LGBT, bukan berarti kemudian membuat saya harus teriak-teriak di medsos dan aneka media lain, menyatakan bahwa para penganut LGBT ini adalah sebuah “kotoran” yang harus dijauhi, atau dimusuhi. Bagi saya para LGBT-ers ini adalah tetap manusia yang harus kita ajak bersosial. Karena dengan bersosial inilah mereka akan dapat lebih mudah dipahamkan bahwa pilihan hidup mereka ini adalah sebuah “kesalahan” yang bisa “diperbaiki”.

Sementara bagi anda yang Pro LGBT, adalah hak anda untuk memilih jalan hidup atau pendapat, tapi perlu diingat bahwa kita hidup dalam dunia yang saling bersinggungan. Dan ketika persetujuan kalian bersinggungan dengan ketidaksetujuan kami, makan disinilah kita harus melihat kepada norma-norma yang lain. Dan menjadi tidak adil apabila ternyata kami harus merubah norma-norma yang lain yang sudah lebih dulu disepakati dan  membawa lebih manfaat untuk bisa memberikan kenyamanan kepada anda. Hal ini tentu bisa dipahami dengan mudah.

Misal: sebagai bangsa berbudaya timur, menunjukkan kemesraan di depan umum adalah sebuah tindakan yang tidak etis. Dan ketika norma ini harus dimentahkan atas nama Hak Asasi Manusia bernama Cinta, saya rasa itu bukan sebuah kepatutan. 

Para Pro LGBT, berhak untuk melanjutkan hidup dengan pemikiran mereka, kami yang kontra bertugas untuk mengingatkan dan berusaha semaksimal mungkin untuk “mengembalikan” kecenderungan kalian terhadap fitrah yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta. Apakah kalian akan mengikuti dan tidak, itu kembali kepada kalian … masalah pahala dan dosa itu adalah bergantung kepada setiap kita dan Allah Yang Maha Kuasa.

Tetapi apabila para Pro LGBT memaksakan kami yang kontra untuk menyetujui pemahaman mereka, atau membenarkan mereka melakukan aktivitas ke-LGBT-annya dimuka umum dan melanggar norma-norma lain yang sudah berlaku ya tentu saja kami akan melawan. 

Bagi yang Kontra LGBT, marilah kita tunjukan kampanye Anti LGBT yang lebih bijak. Dengan menunjukkan bahwa fitrah manusia adalah melalui pernikahan normal antara pria dan wanita. Secara santun kita “rangkul” para Pro LGBT, bahwa kecenderungan mereka adalah sebuah “penyakit” yang bisa “disembuhkan”. Mari kita pahamkan, bahwa kita “memusuhi pemikiran” LGBT dan bukan “memusuhi manusia LGBT”.

Saya Arief Darmawan, seorang yang anti LGBT (Lesbian Gay Bisek & Transeksual) tapi tidak akan “memusuhi” mereka yang sudah memiliki kecenderungan tersebut. Neutral terhadap LGBT (Lelaki Ganteng Berbini Tiga), tapi sepertinya LGBT ini ditentang istri saya … dan saya dan istri sepakat untuk sangat pro dengan LGBT (Lelaki Ganteng Berdompet Tebal).

Dan saya bekerja dengan memanfaatkan LGBT secata intensif … Linux, Go & Big daTa